
“Secepatnya ini akan bisa selesai dan mengaktivasi seluruh CCTV yang dimiliki oleh pemerintah kota sebagai dasar dari bagaimana kita bisa memantau melalui pola-pola pembangunan digital,” jelasnya.
Selain memperkuat pengawasan visual, Pemkot Makassar juga mengandalkan Call Center 112 sebagai jalur respons cepat bagi masyarakat. Layanan tersebut beroperasi selama 24 jam dan dapat digunakan untuk melaporkan berbagai kondisi darurat, mulai dari kriminalitas, persoalan medis, hingga bencana.
“Respon cepat 112, layanan panggilan darurat 24 jam terpadu untuk segala insiden kriminalitas, medis dan bencana ini kita aktifkan,” tegas Munafri.
Pemkot juga menilai penguatan keamanan di tingkat lorong tidak kalah penting. Kedekatan antarwarga di kawasan permukiman dianggap dapat menjadi sistem deteksi dini terhadap potensi konflik maupun gangguan keamanan.
Karena itu, organisasi kemasyarakatan didorong ikut mengambil peran sebagai penghubung informasi di lapangan. Munafri menyebut kondisi keamanan memiliki kaitan erat dengan aktivitas ekonomi, investasi, hingga sektor pariwisata di Makassar.
Menurutnya, kota yang aman dan kondusif akan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kepercayaan pelaku usaha dan wisatawan.





