
Aspek keberagaman juga menjadi perhatian Pemkot Makassar. Munafri mengapresiasi kontribusi FKUB dalam menjaga kerukunan masyarakat di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama.
Ia menyebut indeks toleransi Kota Makassar mengalami peningkatan signifikan, dari sebelumnya berada di peringkat ke-54 menjadi peringkat kesembilan secara nasional.
“Yang kita jaga bukan hanya konflik-konflik sosial, tapi juga konflik-konflik agama. Ini penting sekali,” kata Munafri.
Sementara itu, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol. Arya Perdana memaparkan perkembangan situasi kamtibmas dalam sepekan terakhir. Ia menyebut sejumlah gangguan keamanan menonjol mengalami penurunan.
Beberapa di antaranya yakni aksi balap liar, perkelahian kelompok, serta konvoi geng motor.
Berdasarkan evaluasi kepolisian, aksi geng motor dalam sepekan terakhir tercatat hanya satu kali. Angka tersebut menurun dibandingkan periode sebelumnya yang dapat terjadi hampir setiap hari.
Dalam periode yang sama, polisi mencatat empat aksi balap liar dan empat kasus tawuran dalam skala kecil.
Polrestabes Makassar juga mengamankan sedikitnya 55 orang yang berkaitan dengan berbagai pelanggaran hukum, termasuk kasus penganiayaan dan narkotika. Sejumlah orang di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani proses hukum.





