MakassarNews

Cegah Aksi Anarkis, Munafri Perkuat CCTV hingga Call Center 112 di Makassar

Arya menegaskan, keberhasilan menjaga keamanan kota membutuhkan keterlibatan masyarakat karena jumlah personel kepolisian tidak sebanding dengan luas wilayah dan kompleksitas persoalan yang harus ditangani.

“Keamanan ini bukan hanya tugas kepolisian. Polisi jumlahnya sedikit. Tidak mungkin kita bisa menjaga keamanan dengan cepat kalau tidak dibantu kepedulian dan partisipasi masyarakat,” tutur Arya.

Koordinasi antarlembaga juga terlihat dalam pengelolaan kegiatan unjuk rasa. Dari 69 rencana demonstrasi yang tercatat, sebanyak 25 aksi terealisasi dengan kondisi aman dan tertib. Mayoritas aksi tersebut membawa isu yang bersifat lokal.

BACA JUGA  DPMPTSP Makassar Rumuskan Langkah Strategis Dorong   Kepatuhan  Jaminan Sosial Ketenagakerjaan 

Sementara pada aksi serentak nasional yang berlangsung 27 Agustus 2026, seluruh rangkaian demonstrasi di Kota Makassar berhasil dikendalikan dan dibubarkan secara tertib sekitar pukul 18.00 WITA.

Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan koordinasi aparat bersama pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan.

Ke depan, sinergi antara Forkopimda, pemerintah kecamatan, tokoh agama, akademisi, organisasi kepemudaan, serta ormas diharapkan terus diperkuat agar Makassar tetap menjadi kota yang aman, tertib, dan kondusif bagi masyarakat. (*)

BACA JUGA  Viral Sampah di Bawah Tol Pettarani, Kecamatan Rappocini Gerak Cepat Bersihkan Drainase

Lihat Semua

Previous page 1 2 3 4 5

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button