
Bantah Ada Kerja Sama Penjualan Wajib
Melinda juga membantah adanya kerja sama dengan penerbit yang memberikan kewenangan untuk menjual buku tersebut kepada sekolah dengan menggunakan namanya sebagai dasar instruksi.
Ia membenarkan proses penerbitan dilakukan melalui Penerbit Erlangga. Namun, Melinda menegaskan tidak pernah ada kesepakatan yang mewajibkan sekolah di Makassar membeli buku tersebut.
“Saya tidak pernah bekerja sama dengan penerbit untuk menjual buku itu dengan cara mewajibkan sekolah membeli. Tidak pernah ada kerja sama seperti itu,” tegasnya.
Ketua TP PKK Kota Makassar itu juga mengaku tidak mengetahui adanya pihak yang mengatasnamakan dirinya untuk mengarahkan sekolah agar membeli buku tersebut.
“Kalau ada pihak yang mengatasnamakan saya atau sekolah untuk mewajibkan sekolah membeli, itu tanpa sepengetahuan saya,” tuturnya.
Disiapkan 10.000 Eksemplar, 1.000 untuk Dibagikan Gratis
Terkait jumlah buku, Melinda menyebut dalam pembicaraan awal penerbitan terdapat sekitar 10.000 eksemplar yang disiapkan oleh penerbit.
Dari jumlah tersebut, sekitar 1.000 eksemplar diperuntukkan bagi Melinda untuk kebutuhan edukasi dan distribusi secara gratis.





