
SOLUSIMEDIA.ID,MAKASSAR-Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao mengingatkan generasi muda agar tidak menjadikan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) sebagai pengganti kemampuan berpikir. Menurutnya, teknologi harus digunakan sebagai alat bantu untuk memahami dan menyelesaikan berbagai persoalan, bukan membuat manusia kehilangan kemampuan untuk menganalisis.
Pesan tersebut disampaikan Xanana saat menerima gelar doktor honoris causa (HC) dari Universitas Hasanuddin (Unhas) di Baruga Andi Pangerang Pettarani, Makassar, Sabtu (5/9/2026). Gelar kehormatan diberikan melalui Program Doktor Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unhas atas kiprahnya dalam perjuangan kemerdekaan Timor Leste, pembangunan negara, diplomasi, rekonsiliasi, dan perdamaian.
Meski menerima penghargaan tersebut, Xanana justru menegaskan bahwa dirinya bukanlah pahlawan. Ia menyebut rakyat Timor Leste sebagai pahlawan sejati yang memperjuangkan dan memenangkan kemerdekaan.
Xanana memandang gelar doktor kehormatan yang diterimanya sebagai amanat untuk terus bekerja bagi rakyat. Setelah 24 tahun merdeka, Timor Leste masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk kemiskinan, pembangunan, dan persoalan sosial.





