
“Agenda kita ke depan tentunya tidak cukup hanya fokus pada pertumbuhan industri. Tentu saja ini juga sangat penting, tapi harus secara bersamaan antara pertumbuhan industri tentunya juga memastikan bahwa sistem dana pensiun semakin kuat, terintegrasi, inklusif, dan mampu memberikan manfaat yang memadai bagi masyarakat,” ujar Friderica saat penutupan IPFS 2026, Jumat (25/09).
Ia juga menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat agar mulai mempersiapkan masa pensiun sejak memasuki usia produktif. Perencanaan pensiun, kata dia, perlu menjadi bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang dan tidak dilakukan hanya ketika seseorang sudah mendekati usia pensiun.
“Jadi kalau kita bicara tentang persiapan pensiun, bukan nanti menjelang-menjelang, tetapi justru dari first day seseorang itu bekerja, sudah harus bisa memikirkan tentang retirement plan-nya seperti apa,” katanya.
Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, menegaskan pengembangan industri dana pensiun tidak dapat dilakukan oleh satu pihak. Kolaborasi pemerintah, OJK, pemberi kerja, pekerja, asosiasi, serta penyelenggara program pensiun wajib dan sukarela menjadi bagian penting dalam memperkuat industri tersebut.





