
OJK mengidentifikasi sejumlah tantangan dalam memperluas kepesertaan, mulai dari literasi, kemampuan masyarakat menyisihkan pendapatan, akses, hingga tingkat kepercayaan terhadap program dana pensiun. Tantangan akses juga menjadi perhatian khusus bagi pekerja informal dan pekerja mandiri yang memiliki pola pendapatan berbeda dengan pekerja formal.
Untuk itu, OJK mendorong perluasan kepesertaan bagi pekerja formal, mandiri, maupun informal, disertai pengembangan produk yang lebih fleksibel dan perluasan saluran distribusi berbasis digital. Penguatan kemitraan antarpelaku dalam ekosistem dana pensiun juga terus didorong.
Ogi mengatakan peningkatan jumlah peserta dan perluasan akses akan memperbesar pool dana jangka panjang yang dapat dikelola industri dana pensiun. Kondisi tersebut sekaligus memperkuat kontribusi dana pensiun terhadap perekonomian nasional.
“Jadi dengan lebih banyak peserta, dengan lebih besar kontribusi dan akses yang lebih luas, kita berharap dana pensiun memberikan sebuah pool uang jangka panjang yang lebih besar dan stabil,” tambahnya.
Sementara itu, rangkaian Bulan Dana Pensiun 2026 yang dicanangkan OJK bersama sejumlah pemangku kepentingan sejak 6 September 2026 terus berjalan sepanjang September. Program tersebut melibatkan OJK, BPJS Ketenagakerjaan, PT TASPEN (Persero), PT ASABRI (Persero), asosiasi dana pensiun, serta berbagai penyelenggara program pensiun.





