
Dalam pemaparan rapat, tercatat sebanyak 559.967 jiwa yang tersebar di 15 kecamatan masuk dalam pemetaan kelompok prioritas desil 1 hingga desil 5, yakni kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan yang menjadi perhatian dalam penentuan sasaran program sosial.
“Data DTSEN ini merupakan data tunggal yang menjadi acuan utama kita. Pertama untuk penyusunan perencanaan pembangunan, kedua sebagai bahan evaluasi kebijakan, dan ketiga untuk menentukan sasaran penerima bantuan sosial secara tepat,” ujar Andi Zulkifly.
Tallo Miliki Konsentrasi Sasaran Tertinggi
Berdasarkan sebaran data desil 1 hingga desil 5, Kecamatan Tallo tercatat memiliki konsentrasi penduduk sasaran tertinggi. Posisi berikutnya ditempati Kecamatan Tamalate, Panakkukang, dan Biringkanaya.
Meski demikian, Andi Zulkifly mengingatkan agar jumlah penduduk yang masuk kategori prioritas tidak langsung dijadikan patokan dalam menentukan besaran alokasi program di setiap kecamatan.
Menurutnya, penetapan sasaran dan distribusi intervensi tetap harus didasarkan pada analisis serta kajian yang mempertimbangkan kondisi faktual masyarakat.





