
Di tengah perhatian tersebut, OJK menyampaikan bahwa fundamental pasar modal Indonesia masih menunjukkan perkembangan positif. Kapitalisasi pasar tercatat sekitar 589 miliar dolar AS, terbesar kedua di ASEAN, dengan jumlah investor mencapai 31,1 juta. Sementara itu, dalam periode 12 bulan hingga Juni 2026, pendapatan perusahaan tercatat tumbuh 15,9 persen dan laba bersih meningkat 16,3 persen.
Delapan Program Aksi Reformasi Pasar Modal
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menjelaskan, OJK bersama BEI dan seluruh Self-Regulatory Organizations (SRO) menjalankan delapan program aksi prioritas untuk memperkuat kualitas pasar modal.
Agenda reformasi mencakup peningkatan likuiditas, transparansi kepemilikan saham, tata kelola, penegakan hukum, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Sejumlah langkah yang ditempuh antara lain peningkatan ketentuan minimum saham publik atau free float menjadi 15 persen secara bertahap, penguatan transparansi pemilik manfaat akhir (beneficial ownership), perluasan klasifikasi investor dari sembilan menjadi 39 kategori, keterbukaan informasi kepemilikan saham di atas satu persen, serta publikasi daftar High Shareholding Concentration (HSC).





