
Ia menegaskan, peningkatan literasi harus berjalan beriringan dengan perluasan akses terhadap produk dan layanan keuangan syariah. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mengenal produk keuangan, tetapi juga mampu memahami manfaat, risiko, serta penggunaannya sesuai kebutuhan.
Peluncuran PELITA Syariah turut mendapat dukungan Menteri Agama RI Nasaruddin Umar yang menyampaikan sambutan secara daring. Ia menilai buku tersebut dapat menjadi pedoman bagi para penggerak dakwah dalam menyampaikan edukasi ekonomi dan keuangan syariah secara sistematis serta aplikatif.
“Buku PELITA Syariah hadir sebagai panduan yang sistematis dan aplikatif untuk membantu para penggerak dakwah menyapa masyarakat secara profesional dan berdampak,” ujar Nasaruddin.
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, indeks literasi keuangan syariah tercatat sebesar 43,07 persen. Sementara itu, indeks inklusi keuangan syariah berada pada angka 13,24 persen.
Perbedaan capaian tersebut menunjukkan masih terbukanya peluang untuk meningkatkan pemanfaatan produk dan layanan keuangan syariah di tengah masyarakat.





