
Kegiatan ini merupakan penyelenggaraan terakhir SYAFIF sepanjang 2026 setelah sebelumnya digelar di Banjarmasin dan Aceh. OJK menyelenggarakannya bersama Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), pelaku usaha jasa keuangan syariah, asosiasi, serta kementerian dan lembaga terkait.
Friderica menjelaskan, SYAFIF tidak hanya berorientasi pada peningkatan pemahaman masyarakat, tetapi juga membuka akses langsung terhadap berbagai produk dan layanan keuangan syariah.

“Pertama tentu saja memperkuat literasi keuangan syariah masyarakat. Ini sangat penting karena jangan sampai orang melakukan inklusi tanpa literasi itu sendiri. Itu bisa bahaya. Yang kedua, tentu bagaimana membukakan akses. Jadi, ini penting,” ungkapnya.
Selama tiga hari pelaksanaan, SYAFIF menghadirkan 22 stan pelaku usaha jasa keuangan syariah dan dua stan ekosistem syariah. Pengunjung juga dapat mengikuti berbagai kegiatan edukasi serta gelar wicara untuk mengenal lebih jauh produk dan layanan keuangan syariah.
Dari seluruh rangkaian kegiatan, SYAFIF Goes to Makassar 2026 mencatat pembukaan 10.598 rekening baru. Sementara total transaksi penghimpunan dan penyaluran dana mencapai Rp230,94 miliar.





