
Capaian tersebut merupakan akumulasi kegiatan pra-acara pada 19–29 Oktober 2026 dan acara utama yang berlangsung pada 30 Oktober hingga 1 November 2026.
Rangkaian kegiatan ini juga menghadirkan Indonesia Islamic Finance Summit (IIFS) 2026 sebagai agenda pendahuluan menuju forum strategis pengembangan keuangan syariah yang melibatkan pemangku kepentingan nasional maupun internasional.
Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS Farid Azhar Nasution turut menyampaikan dukungan terhadap upaya penguatan literasi keuangan syariah. Menurutnya, pemahaman masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kepercayaan terhadap sektor jasa keuangan.
“Kepercayaan itu harus diperjuangkan. Salah satunya adalah dengan cara literasi yang baik,” kata Farid.
Melalui PELITA Syariah dan SYAFIF 2026, OJK mendorong keterlibatan lebih luas berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah, meningkatkan perlindungan konsumen, serta memperluas pengembangan ekosistem keuangan syariah yang inklusif dan berkelanjutan. (*)





