BusinessMakassarNasionalNews

OJK Soroti Rendahnya Inklusi Keuangan Syariah, Perluas Akses dan Inovasi Produk

SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyoroti masih rendahnya pemanfaatan produk dan layanan keuangan syariah di tengah meningkatnya pemahaman masyarakat. Kondisi tersebut menjadi perhatian OJK dalam mendorong perluasan aksesibilitas, penguatan infrastruktur, serta inovasi produk keuangan syariah di Indonesia.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, tingkat inklusi keuangan nasional mencapai 93 persen, sedangkan literasi berada pada angka 69 persen.

BACA JUGA  OJK Kenakan Sanksi  Administratif Sebesar 875 Juta kepada Indosaku atas Pelanggaran Pengelolaan Penagihan

Sementara pada sektor keuangan syariah, tingkat literasi tercatat sebesar 43 persen, tetapi inklusinya baru mencapai 13,24 persen.

Menurut Friderica, angka tersebut memperlihatkan adanya peluang besar untuk mengembangkan industri keuangan syariah. Sebab, sebagian masyarakat sebenarnya telah memiliki pemahaman mengenai prinsip dan produk keuangan syariah, tetapi belum menggunakannya dalam aktivitas keuangan sehari-hari.

Ia menilai, tantangan yang perlu dijawab bukan hanya meningkatkan pemahaman masyarakat, melainkan juga memastikan produk dan layanan keuangan syariah semakin mudah dijangkau.

BACA JUGA  OJK Dorong Konsolidasi BPR, Setujui Penggabungan BPR Artha Mlatiindah ke BPR Artha Mertoyudan

Lihat Semua

1 2Next page

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button