
Ia menyebutkan, sekitar 400 penari dari berbagai kelompok usia, termasuk pelajar tingkat SD dan SMP, dilibatkan dalam pementasan tari kolosal dan perlombaan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian acara yang telah berlangsung sejak Jumat hingga puncak festival pada akhir pekan.
Patiware menambahkan, keterlibatan pelaku seni dalam festival tidak hanya memberikan kesempatan untuk tampil, tetapi juga menghadirkan dampak langsung bagi ekosistem seni budaya di Kota Makassar.
Berdasarkan rekapitulasi kegiatan, pada hari pertama tercatat sebanyak 400 pelajar mengikuti lomba tari, masing-masing terdiri atas 200 peserta tingkat SD dan 200 peserta tingkat SMP. Selain itu, terdapat 10 peserta yang terlibat dalam penampilan adat Okkio Bunting.
Pada hari kedua, pertunjukan seni tradisional Akkorong Tigi turut melibatkan 17 orang. Panggung hiburan juga diisi sejumlah grup musik dengan keterlibatan 10 orang pada hari pertama dan 16 orang pada hari berikutnya.
Dari sisi komunitas seni, festival ini melibatkan 125 orang dari sanggar seni pada hari pertama dan 78 orang pada hari kedua. Partisipasi tersebut menunjukkan keterlibatan berbagai kelompok seni dalam memeriahkan agenda kebudayaan tahunan tersebut.





