MakassarNews

Melinda Aksa Dorong Pembentukan Rumah Gizi dan Dapur B2SA di 153 Kelurahan Makassar

Melinda menegaskan, pendampingan tidak boleh berhenti hanya karena sebagian sasaran telah menunjukkan perkembangan. Kelompok yang masih membutuhkan perhatian harus tetap mendapatkan intervensi secara berkelanjutan.

Selain memperkuat pendampingan, Melinda juga menyoroti pentingnya pembenahan data sasaran melalui integrasi dengan program Wargata’ Sariwisma.

Menurutnya, tingginya mobilitas penduduk di wilayah perkotaan menjadi salah satu tantangan dalam memperoleh data yang akurat mengenai balita berisiko stunting dan ibu hamil dengan kondisi KEK.

Untuk memperluas pelaksanaan program yang saat ini masih terbatas pada satu kelurahan dengan dukungan anggaran PKK, ia mengajak pemerintah daerah, dunia usaha, dan komunitas masyarakat terlibat dalam mendukung intervensi gizi di seluruh wilayah.

BACA JUGA  IBI dan Pemkot Makassar Satukan Langkah Cegah Stunting dan Pernikahan Dini

Melinda juga mendorong setiap kelurahan memanfaatkan potensi pangan lokal melalui kegiatan urban farming. Hasilnya dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan bergizi, seperti telur, sayuran, dan hasil perikanan.

Di sisi lain, ia mengingatkan agar pemberian makanan tambahan (PMT) tidak sekadar menjadi kegiatan rutin atau formalitas. Penyusunan menu harus melibatkan tenaga ahli gizi agar kandungan nutrisi dan porsi makanan sesuai dengan kebutuhan masing-masing kelompok usia.

Lihat Semua

Previous page 1 2 3Next page

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button