
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam forum tersebut, pertumbuhan ekonomi Makassar menunjukkan tren positif. Pada Triwulan I-2026, pertumbuhan tercatat sekitar 6,6 persen dan meningkat menjadi 7 persen pada Triwulan II-2026.
Capaian tersebut turut memperkuat posisi Makassar sebagai salah satu penggerak utama perekonomian Sulawesi Selatan.
Selain pertumbuhan ekonomi, realisasi investasi juga menunjukkan perkembangan. Hingga September 2026, nilai investasi di Makassar telah mencapai lebih dari Rp5 triliun, meningkat dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp4 triliun.
Sejumlah sektor yang menopang aktivitas ekonomi tersebut meliputi jasa, kesehatan, telekomunikasi, perdagangan, transportasi, dan perumahan.
Melihat perkembangan tersebut, Sekda mengingatkan agar pengalokasian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) diarahkan pada program-program produktif yang mampu memperkuat sektor unggulan pembentuk Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
Ia menegaskan, besarnya anggaran yang direalisasikan tidak otomatis berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi apabila program yang dijalankan tidak tepat sasaran.





