
Sebagai contoh, Andi Zulkifly mendorong kolaborasi antara Dinas Kesehatan dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dalam mempermudah perizinan investasi di sektor kesehatan. Sementara itu, Dinas Ketenagakerjaan diharapkan berperan menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha.
Untuk memperkuat perencanaan, ia juga meminta Bappeda Kota Makassar meningkatkan koordinasi dengan seluruh SKPD dan Badan Pusat Statistik (BPS). Langkah tersebut diperlukan untuk memvalidasi data PDRB, mengidentifikasi faktor penghambat pertumbuhan ekonomi pada Triwulan III, serta menyusun proyeksi dan strategi percepatan pada Triwulan IV.
Upaya tersebut menjadi bagian dari tahapan pencapaian target pertumbuhan ekonomi Makassar sebesar 8 persen pada 2029 sebagaimana tercantum dalam dokumen perencanaan pembangunan jangka panjang daerah.
Andi Zulkifly menilai periode pembangunan lima tahun pertama menjadi fondasi penting untuk mewujudkan target tersebut sekaligus mendukung arah pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
Karena itu, sinergi seluruh perangkat daerah diharapkan semakin diperkuat agar kebijakan dan penggunaan anggaran pemerintah dapat memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi serta kesejahteraan masyarakat. (*)





