
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR – Di penghujung tahun 2025, Pemerintah Kota Makassar memilih berhenti sejenak untuk bercermin.
Setelah 11 bulan perjalanan pemerintahan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin–Aliyah Mustika Ilham (MULIA), ruang evaluasi dibuka seluas-luasnya.
Bukan hanya untuk menilai capaian, tetapi juga untuk mendengar suara publik secara jujur dan terbuka.
Melalui Refleksi Akhir Tahun 2025, Pemkot Makassar tidak sekadar memaparkan kinerja, tetapi menghadirkan Survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM), Kepuasan Publik sebagai kompas utama pembenahan tata kelola pemerintahan dalam pelayanan.
Suara masyarakat ditempatkan sebagai pijakan, apa yang perlu diperkuat, apa yang harus diperbaiki, dan apa yang sudah saatnya ditinggalkan. Refleksi ini menjadi penegasan bahwa arah pembangunan Kota Makassar tidak berjalan sepihak.
Pemerintahan MULIA menempatkan warga sebagai mitra, sekaligus pengawas, dalam memastikan pelayanan publik yang semakin responsif, transparan, dan berdampak nyata bagi keseharian masyarakat.
Refleksi Akhir Tahun Pemerintah Kota Makassar tahun 2025 menjadi ruang strategis untuk menakar sejauh mana kebijakan dan program berjalan seiring dengan harapan publik.





