
SOLUSIMEDIA.ID- ANGRES, PRANCIS – Sebanyak 350 peserta dari 38 perguruan tinggi negeri Indonesia dan 58 universitas Prancis berkumpul untuk merancang arah baru kolaborasi akademik kedua negara.
Universitas Hasanuddin (Unhas) tampil sebagai salah satu aktor utama. Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., memimpin delegasi Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri (MRPTN) Indonesia sekaligus menjadi narasumber pada lokakarya maritim yang membahas pengelolaan sumber daya laut berkelanjutan, keamanan maritim, dan pengembangan ekonomi biru di kawasan Indo-Pasifik.
Di tengah persaingan global berbasis pengetahuan, hubungan antarnegara tidak lagi hanya dibangun melalui diplomasi politik dan perdagangan. Universitas kini menjadi aktor penting yang menghubungkan ilmuwan, mahasiswa, industri, dan pemerintah untuk bersama-sama mencari solusi atas tantangan global, mulai dari perubahan iklim hingga transformasi digital. Fenomena ini dikenal sebagai diplomasi sains, ketika ilmu pengetahuan menjadi jembatan kerja sama internasional.
Semangat itulah yang mewarnai penyelenggaraan Joint Working Group (JWG) ke-14 Indonesia–Prancis bidang Pendidikan Tinggi, Riset, Inovasi, dan Kewirausahaan yang berlangsung di Angers, Prancis, pada 1–3 Juli 2026.





