
“Itu salah satu fokus ke depan. Tentu masalah-masalah lain terkait lingkungan juga merupakan atensi serius dari DIA. Termasuk bencana banjir yang dikeluhkan oleh Batti, khususnya yang selama ini melanda wilayah Malangke Raya,” ujar Asri yang juga diaspora Luwu Raya.
Terkait mitigasi dan adaptasi bencana, Asri bilang kapasitas seorang Danny Pomanto seharusnya tidak perlu diragukan lagi.
“DP adalah seorang arsitek, prakrisi perencana tata ruang dan kewilayahan sejak dulu. Insya Allah, untuk Sulsel beliau pasti akan lebih maksimal mengimplementasikan ide dan pemikiran inovatifnya, termasuk untuk penanggulangan bencana yang sering terjadi di sejumlah daerah,” terang Asri.
Karena itu dia berharap agar semua pihak agar lebih terbuka dan berkepala dingin menerima cetusan ide dan program inovatif dari pasangan Danny – Azhar untuk membawa Sulsel lebih baik lagi.
“Harus diakui, Danny – Azhar membawa banyak ide perubahan dan perbaikan ekonomi rakyat di daerah yang kaya raya ini. Terutama pada sektor non-tambang yang dampaknya tentu akan dirasakan secara luas oleh masyarakat,” jelas Asri.
Dirinya menyayangkan, jangan sampai hanya karena kepentingan politik personal yang bersebelahan, lantas ide-ide brilian pengembangan daerah dikritik habis-habisan tanpa membaca secara utuh gagasan yang diberikan.





