
Sementara itu, Nilai Tukar Petani (NTP) mengalami penurunan menjadi 121,64 atau turun 1,96% dari bulan sebelumnya, meskipun masih lebih tinggi dibandingkan NTP nasional.
Kinerja Perdagangan dan Ekspor
Neraca perdagangan Sulsel tetap positif pada awal 2025. Ekspor tercatat sebesar 165,96 juta USD, sedangkan impor sebesar 71,29 juta USD.
Secara kumulatif, ekspor mengalami pertumbuhan 2,1% (yoy), sementara impor turun tajam -30,1% (yoy).
Produk kakao menjadi penyumbang utama ekspor dengan lonjakan pertumbuhan 263,7% (yoy), meskipun ekspor Mate Nikel melemah -12,7% (yoy).
Kinerja APBN: Pertumbuhan Ekonomi Tak Sejalan dengan Penerimaan
Meski ekonomi tumbuh kuat, total penerimaan APBN Sulsel justru mengalami kontraksi -1,35% (yoy).
Realisasi belanja negara juga mengalami penurunan sebesar -10,4% (yoy), dengan komposisi Belanja Pemerintah Pusat (BPP) sebesar 33,1% dan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar 66,9%.
Penerimaan Pajak
Penerimaan pajak sampai dengan 30 April 2025 tercatat Rp2,85 triliun atau 21,5% dari target, turun 10,72% (yoy).
Penurunan ini dipicu oleh kebijakan tarif efektif PPh 21 dan pergeseran penyetoran KJS 900. Namun, penerimaan dari sektor PBB dan pajak lainnya masih tumbuh positif.





