
Program Joint Program (JoPro) lintas instansi sedang dijalankan untuk mengoptimalkan penerimaan negara, menargetkan 63 wajib pajak dengan potensi tambahan penerimaan sebesar Rp229,6 miliar, di mana hingga 27 Mei 2025 telah terealisasi Rp10,4 miliar.
Bea Cukai
Penerimaan dari kepabeanan dan cukai mencapai Rp99,44 miliar atau 28,29% dari target, mengalami penurunan -24,63% (yoy).
Bea Masuk turun tajam akibat tidak adanya importasi beras tahun ini, sementara Bea Keluar naik signifikan 114,26% (yoy), didorong ekspor produk kakao dan kernel kelapa sawit. Penerimaan cukai tumbuh 19,51% (yoy).
Aset Negara dan Lelang
Realisasi PNBP dari pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) mencapai Rp20,12 miliar atau 53,65% dari target.
Penerimaan dari lelang juga signifikan, mencapai Rp11,24 miliar dengan total pokok lelang Rp354,73 miliar. Crash Program Keringanan Utang berhasil memulihkan piutang negara senilai Rp289 juta.
Belanja dan Pendapatan Daerah
Belanja Pemerintah Pusat mencapai Rp5,03 triliun, turun 10,4% (yoy), sementara TKD justru meningkat tajam menjadi Rp10,15 triliun atau naik 27,5% (yoy).
Di sisi lain, pendapatan daerah hingga April 2025 sebesar Rp12,85 triliun, namun mengalami kontraksi -2,3% (yoy).





