
3.114 sambungan rumah yang sebelumnya tidak teraliri air kini kembali mendapatkan pasokan. Selain itu, hampir 500 pengaduan pelanggan diselesaikan, dan lebih dari 600 sambungan gratis program MULIA (Masyarakat Umum Layak Air) terealisasi di berbagai wilayah layanan.
Hamzah juga memaparkan strategi distribusi air bersih ke wilayah utara dan timur Makassar, termasuk koneksi pipa Pa’baeng-baeng berdiameter 700 mm ke 350 mm yang sudah rampung.
“Proyek ini diharapkan meningkatkan cakupan pelayanan, bahkan di musim kemarau,” harapnya.
Beban biaya pegawai yang semula 36% dari pendapatan kini turun menjadi 27%. Pendapatan operasional dari rekening air pada Juli mencapai Rp30,4 miliar tertinggi sepanjang 2025, didukung pencatatan meter air yang lebih akurat dan penegakan disiplin petugas baca meter.
“Kami berkomitmen menjaga tren positif ini untuk memastikan pemerataan akses air bersih di seluruh Makassar,” tegas Hamzah.
Hamzah Ahmad menambahkan, capaian finansial ini berjalan seiring dengan peningkatan pelayanan.
“Fokus kami bukan hanya laba, tapi pemerataan distribusi air bersih bagi seluruh warga Makassar,” tutup Hamzah.





