
Saat ini Makassar memiliki delapan pulau berpenghuni dengan total penduduk sekitar 12 ribu jiwa. Kebutuhan energi warga masih bergantung pada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang distribusinya sangat tergantung pasokan solar.
“Kalau pengiriman solar bermasalah, otomatis listrik terhenti. Kami terus mencari solusi agar PLN bisa memaksimalkan kebutuhan di pulau,” tegasnya.
Selain persoalan kepulauan, Munafri juga menyoroti masalah sampah di Kota Makassar. Menurutnya, kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang sudah mengkhawatirkan, dengan luas 19 hektare dan timbunan sampah setinggi 16–17 meter yang berlangsung puluhan tahun. Timbunan ini dinilai berisiko menimbulkan bahaya lingkungan.
“Kalau tidak dikelola dengan teknologi tepat, risikonya berbahaya bahkan bisa meledak sewaktu-waktu. Kami sedang mencari teknologi yang tepat agar persoalan ini selesai tuntas,” jelasnya.
Pemkot Makassar disebutnya hanya akan membawa residu sampah ke TPA, sementara pengolahan harus dilakukan sejak dari sumber. Untuk itu, Pemkot mendorong optimalisasi TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle), pemanfaatan bank sampah, hingga partisipasi aktif masyarakat.





