Dengan POJK UMKM ini diharapkan dapat mempercepat penyaluran kredit bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), terutama bagi mereka yang baru merintis usaha dan belum memiliki rekam jejak kredit.
Khusus di Sulawesi Selatan perkembangan kredit mikro sejauh ini menunjukkan potensi yang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di tengah tekanan ekonomi global 2025 . Namun seperti halnya banyak bisnis UMKM di Indonesia yang mengalami kendala pengajuan pembiayaan ke bank maupun lembaga keuangan dengan alas an beragam, mulai dari minimnya agunan, laporan keuangan yang tidak terdokumentasi dengan baik, hingga keterbatasan data kredit. Sehingga Tidak sedikit UMKM yang sudah layak secara bisnis, tetapi sulit mendapatkan modal karena tidak memiliki rekam jejak finansial yang kredibel di mata lembaga keuangan.
Sejauh ini permodalan dan digitalisasi masih menjadi menjadi tantangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Sulawesi Selatan (Sulsel). Sejumlah UMKM di Sulsel dinilai kesulitan untuk mendapatkan akses permodalan dalam pengembangan usaha.
Plt Kepala Bidang Pengembangan Dinas Koperasi dan UKM Sulsel Andi Erni, dalam Media Gathering, Selasa (16/9/2025) mengakui meskipun memiliki mpotensi besar , UMKM Sulsel menghadapi berbagai tantangan .





