
Keterlibatan AI dalam pekerjaan tidak hanya meningkatkan kecepatan kerja, tetapi juga berpengaruh pada produktivitas secara luas.
Laporan 2025 Global AI Jobs Barometer oleh PwC menemukan bahwa perusahaan yang paling banyak terpapar AI mengalami pertumbuhan produktivitas hingga empat kali lipat, serta peningkatan upah pekerja dengan kemampuan AI sekitar 56 % lebih tinggi dibanding teman sejawat tanpa keahlian serupa.
Di ranah akademik Indonesia, penelitian menunjukkan bahwa adopsi AI dapat memengaruhi efisiensi kerja dan kinerja karyawan di berbagai sektor — termasuk perawatan kesehatan dan layanan publik — meskipun muncul tantangan berupa tekanan kerja serta kebutuhan adaptasi teknologi di kalangan pekerja.
Tantangan yang Belum Usai
Meski adopsi AI tumbuh cepat, riset AWS mencatat bahwa 57 % bisnis di Indonesia mengidentifikasi kurangnya keterampilan digital sebagai hambatan utama dalam memperluas pemakaian AI.
Pemerintah Indonesia tengah bergerak merespons peluang maupun tantangan ini. Salah satu langkah strategis yang sedang disiapkan adalah penyusunan Strategi Nasional AI pertama, yang bertujuan memperluas kerangka kerja bagi pengembangan AI di berbagai sektor seperti kesehatan, pertanian, dan layanan publik, sekaligus menarik investasi asing dan memperkuat ekosistem teknologi domestik.





