
Selain itu, intensitas patroli ditingkatkan dari dua kali menjadi empat kali dalam sepekan dengan melibatkan Satpol PP.
“Karena kita tahu Ramadan adalah bulan penuh berkah. Banyak orang ingin berbagi berkah, tetapi caranya kadang kurang tepat. Oleh karena itu, patroli yang tadinya dua kali seminggu, sekarang ditingkatkan menjadi empat kali seminggu dengan koordinasi bersama Satpol PP,” katanya.
Ia juga mengimbau agar anjal, gepeng, dan kelompok rentan lainnya tidak beraktivitas di kawasan protokol maupun titik strategis kota.
“Kita mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Makassar, khususnya dalam rangka mengantisipasi Ramadan, agar teman-teman anjal, pengemis, orang terlantar, dan ODGJ tidak beraktivitas di area-area tertentu seperti jalan protokol. Ini agar masyarakat bisa beraktivitas dan beribadah dengan nyaman dan tenang,” tuturnya.
Andi Bukti turut menegaskan kembali larangan memberikan uang secara langsung di jalan kepada anak jalanan maupun pengemis.
“Larangan memberikan uang di jalan sebenarnya sudah lama kita sosialisasikan. Namun, masih ada masyarakat yang langsung memberi kepada anak-anak dengan anggapan bisa membantu ekonomi mereka. Padahal tidak selalu demikian,” ujarnya.





