Tak Hanya Manusia, Hewan Juga Tertipu Ilusi Optik untuk Bertahan Hidup

Sebaliknya, merpati (ring doves) tidak secara konsisten tertipu oleh susunan visual serupa. Menurut Santacà, perbedaan ini dipengaruhi oleh ekosistem dan kebutuhan visual masing-masing spesies.
Guppy hidup di lingkungan bawah air yang dinamis sehingga sistem visualnya cenderung memproses gambaran global. Sementara merpati yang mencari biji kecil di tanah lebih membutuhkan ketelitian detail lokal, sehingga kurang rentan terhadap ilusi konteks seperti Ebbinghaus.
Manipulasi Konteks dan Ukuran
Ilusi juga dipengaruhi oleh konteks lingkungan. Pada kepiting biola, misalnya, betina lebih tertarik pada jantan dengan cakar besar. Namun daya tarik ini bersifat relatif. Seekor jantan akan terlihat lebih menarik jika diapit pesaing dengan cakar lebih kecil dibanding jika dikelilingi jantan bercakar besar.
“Strategi-strategi ini mengeksploitasi cara sistem visual menafsirkan konteks, membantu hewan terlihat lebih besar bagi pesaing, lebih kecil bagi predator,” ujar Santacà. “Di alam, yang penting bukanlah dilihat secara akurat, tetapi dipersepsikan dengan cara yang paling menguntungkan.”
Ilusi Tubuh dan Kamuflase





