Manis dan Bergizi, Ini 8 Manfaat Ubi Jalar untuk Kesehatan Tubuh

SOLUSIMEDIA.ID — Ubi jalar dikenal sebagai bahan pangan serbaguna yang dapat diolah menjadi aneka hidangan, baik manis maupun gurih.
Di balik rasanya yang lezat, umbi ini menyimpan beragam manfaat kesehatan, mulai dari menjaga pencernaan hingga mendukung kesehatan mata dan jantung.
Tak heran jika ubi jalar kerap direkomendasikan sebagai sumber karbohidrat sehat pengganti nasi atau kentang.
Secara ilmiah, ubi jalar bernama Ipomoea batatas, yakni sayuran akar kaya pati dengan cita rasa manis alami.
Umbi ini memiliki kulit tipis berwarna cokelat dengan daging cerah, umumnya oranye, namun terdapat pula varietas putih, kuning, dan ungu.
Meski sering disebut “kentang”, ubi jalar berbeda dengan Solanum tuberosum atau kentang biasa. Secara botani, ubi jalar berasal dari famili morning glory, sedangkan kentang termasuk famili nightshade. Perbedaan ini turut memengaruhi kandungan gizinya.
Proses memasak memang dapat menurunkan kadar beta-karoten, namun metode merebus disebut lebih mampu mempertahankan kandungan tersebut dibandingkan memanggang. Menariknya, proses memasak justru dapat meningkatkan kadar vitamin C dalam ubi jalar.
Berikut delapan manfaat ubi jalar bagi kesehatan:
- Mengurangi risiko kanker
Ubi jalar kaya antioksidan yang membantu melawan radikal bebas. Varietas ungu, khususnya pada bagian kulitnya, mengandung antosianin yang berpotensi menekan proses oksidasi terkait risiko kanker. - Mendukung kesehatan pencernaan
Kandungan serat tinggi membantu melancarkan sistem pencernaan. Fitosterol di dalamnya juga diyakini memberi efek perlindungan terhadap saluran cerna, termasuk risiko tukak lambung. - Membantu mengelola diabetes tipe 2
Dalam jumlah sedang, ubi jalar dan daunnya disebut dapat membantu memperbaiki regulasi gula darah pada penderita diabetes tipe 2. - Baik untuk kesehatan mata
Beta-karoten pada ubi jalar oranye diubah tubuh menjadi vitamin A, nutrisi penting untuk penglihatan malam dan kesehatan retina. Ubi jalar ungu juga mengandung antosianin yang mendukung fungsi penglihatan. - Mendukung sistem imun
Vitamin A dari beta-karoten berperan menjaga kesehatan selaput lendir di saluran pernapasan dan pencernaan, yang menjadi garis pertahanan pertama tubuh terhadap infeksi. - Menjaga fungsi otak dan saraf
Senyawa fenol dan antosianin dalam ubi jalar berpotensi melindungi sel saraf. Penelitian pada hewan menunjukkan senyawa ini membantu meningkatkan produksi BDNF yang berkaitan dengan memori dan pembelajaran. - Menjaga kesehatan jantung
Sebagai sumber kalium, ubi jalar membantu menyeimbangkan kadar natrium dalam tubuh sehingga berkontribusi pada tekanan darah yang lebih stabil dan menurunkan risiko penyakit jantung. - Rendah lemak dan kalori
Ubi jalar yang direbus atau dipanggang pada dasarnya bebas lemak. Meski kaya karbohidrat, kalorinya relatif lebih rendah dibandingkan pasta atau nasi, serta kaya mikronutrien seperti vitamin C dan kalium.
Dengan berbagai kandungan nutrisi tersebut, ubi jalar dapat menjadi pilihan pangan sehat untuk dikonsumsi rutin. Selain mendukung kesehatan tubuh, konsumsi umbi lokal ini juga membantu memperkuat ketahanan pangan nasional.
(*)





