
Selain sektor galangan kapal, OJK juga menyoroti peluang dari program strategis pemerintah: pembangunan 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), yang ditargetkan rampung pada 2029 mendatang.
Program ini dipandang sebagai ceruk pasar baru bagi asuransi mikro, dan perlindungan sosial ekonomi bagi nelayan.
Ogi menyebutkan bahwa industri asuransi siap menyediakan solusi perlindungan yang dapat meningkatkan ketahanan ekonomi para pelaku usaha di sektor kelautan dan perikanan.
”Pada prinsipnya, industri asuransi siap mendukung berbagai program pembangunan pemerintah dengan menyediakan solusi perlindungan risiko bagi masyarakat,” pungkasnya.
Dengan sinergi antara kebijakan fiskal dan perlindungan risiko asuransi, OJK menyatakan Indonesia diharapkan mampu mempercepat transformasi ekonomi berbasis maritim yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
(*)





