
Munafri juga menegaskan bahwa teknologi yang digunakan merupakan teknologi modern dan telah teruji, sehingga aman bagi lingkungan.
“Teknologi ini sudah proven dan tidak mungkin dijalankan jika tidak memenuhi standar,” tegasnya.
Pemkot Makassar sendiri telah menyiapkan lahan sekitar 10 hektare di kawasan TPA Tamangapa untuk pembangunan fasilitas tersebut, dengan kebutuhan efektif sekitar 7 hektare.
Selain menjadi solusi hilir, proyek PSEL juga terintegrasi dengan pembenahan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh, termasuk transisi dari open dumping ke sanitary landfill.
Upaya tersebut diperkuat melalui pemilahan sampah dari tingkat RT/RW, penguatan bank sampah, optimalisasi TPS3R, serta pemanfaatan teknologi seperti maggot, kompos, dan RDF.
Munafri menegaskan, seluruh langkah ini bertujuan menekan pencemaran dan mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang modern dan berkelanjutan di Makassar.
“Kita pastikan tidak ada lagi praktik open dumping yang berdampak pada pencemaran tinggi,” pungkasnya. (*)





