
Pendekatan tersebut tidak hanya berfokus pada pembiayaan, tetapi juga mencakup penguatan kapasitas usaha, mitigasi risiko, hingga kepastian akses pasar bagi petani.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, dilakukan pula survei kebutuhan pembiayaan dan pengembangan usaha kakao guna memperoleh gambaran komprehensif mengenai kebutuhan riil petani di lapangan.
Hasil survei ini nantinya akan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan dan program pembiayaan yang lebih tepat sasaran, adaptif, dan berkelanjutan.
Peran offtaker dalam ekosistem ini menjadi sangat penting, terutama dalam menjaga keberlanjutan rantai nilai kakao.
Kehadiran PT Comextra Majora diharapkan mampu menjamin penyerapan hasil produksi petani sekaligus mendorong peningkatan standar kualitas.
“Kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada OJK atas inisiatif strategis dalam memperkuat keterhubungan antara sektor jasa keuangan dengan sektor riil, khususnya komoditas kakao. Kegiatan ini memiliki nilai penting dalam membangun fondasi ekosistem yang terintegrasi, dimana petani tidak hanya memperoleh akses pembiayaan, tetapi juga pendampingan yang komprehensif hingga kepastian pasar. Kami meyakini, sinergi ini akan mendorong peningkatan produktivitas, kualitas, serta keberlanjutan usaha petani kakao binaan kami,” ujar Alberthinoes Pakenden, perwakilan Pimpinan PT Comextra Majora.





