
Di tengah situasi tersebut, perekonomian domestik Indonesia tetap menunjukkan kinerja solid dengan pertumbuhan mencapai 5,61 persen.
Konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah menjadi penopang utama, didukung oleh tingkat keyakinan konsumen yang masih berada di zona optimis.
Ketahanan eksternal juga tetap kuat, tercermin dari cadangan devisa sebesar USD148,2 miliar serta neraca perdagangan yang mencatatkan surplus. OJK menegaskan bahwa kombinasi faktor tersebut menjadi penopang utama stabilitas sektor jasa keuangan nasional. (*)





