
Untuk mendukung pengembangan ekosistem kreatif yang berkelanjutan, ia juga mendorong adanya sistem pelaporan rutin atau monthly report sebagai bahan evaluasi bersama antara komunitas kreatif dan pemerintah.
“Kalau ada program yang mengalami kendala, kita duduk bersama mencari solusi. Pemerintah Kota hadir sebagai mediator untuk mempertemukan kebutuhan teman-teman kreatif dengan sumber daya yang ada,” tuturnya.
Meski demikian, Appi mengingatkan seluruh bentuk dukungan pemerintah tetap harus mengikuti mekanisme perencanaan dan aturan birokrasi yang berlaku, sehingga setiap program perlu dirancang sejak awal agar dapat terakomodasi dalam penganggaran daerah.
Sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam mendukung industri kreatif, Munafri mengungkapkan bahwa tahun ini Pemkot Makassar akan menghadirkan tiga Creative Hub di sejumlah wilayah kota.
“Ini untuk memastikan bahwa pemerintah benar-benar hadir dan memberi ruang bagi pertumbuhan kreativitas anak muda di berbagai wilayah kota,” katanya.
Ia meyakini penguatan sektor kreatif juga akan memberikan dampak sosial positif bagi Kota Makassar, termasuk membantu menekan angka kriminalitas dan kekerasan di kalangan generasi muda.





