
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial terkait dugaan anggaran makan dan minum Wali Kota Makassar sebesar Rp10 miliar per tahun merupakan informasi yang keliru dan menyesatkan.
Narasi tersebut dinilai tidak utuh karena memelintir data resmi pemerintah tanpa disertai penjelasan komprehensif maupun klarifikasi dari pihak berwenang, sehingga memunculkan persepsi negatif di tengah masyarakat.
Beberapa akun media sosial seperti makassar.trending, makassarmerekam, makassarviral_, makassaar_info, dan makassar24jam disebut menyebarluaskan potongan informasi yang kemudian berkembang liar di ruang digital.
Salah satu unggahan yang ramai diperbincangkan bertajuk “Anggaran makan dan minum Wali Kota Makassar mencapai Rp10 miliar setahun”. Informasi itu disajikan secara provokatif tanpa menjelaskan konteks penggunaan anggaran secara keseluruhan.
Padahal, berdasarkan penelusuran dokumen resmi pemerintah, angka tersebut bukan merupakan anggaran konsumsi pribadi Wali Kota, melainkan bagian dari belanja rumah tangga pemerintah daerah yang digunakan untuk mendukung berbagai aktivitas kedinasan sepanjang tahun anggaran berjalan.





