Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Suparto, S.Ag., M.Ed., Ph.D.) menegaskan bahwa transformasi AI telah menjadi realitas baru yang mengubah arah perkembangan industri dunia.
Pendidikan vokasi harus hadir sebagai motor penggerak dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan teknologi masa depan.
“Pendidikan vokasi memiliki peran penting untuk mendukung perubahan strategis tersebut. Kita ingin menghadirkan talenta masa depan yang tidak hanya memahami teknologi, tetapi mampu melakukan transformasi itu sendiri,” jelas Suparto
Indonesia dan Tiongkok saat ini memiliki visi yang sama dalam membangun generasi muda yang siap beradaptasi dengan perkembangan AI dan digitalisasi industri.
Menurutnya, kolaborasi lintas negara menjadi langkah penting mempercepat transfer pengetahuan, penguatan kompetensi, dan kesiapan tenaga kerja global.
Rektor Unhas Prof. JJ menjelaskan, penguatan pendidikan vokasi menjadi salah satu fokus strategis universitas dalam menjawab kebutuhan industri masa depan.





