“Kami ingin lulusan vokasi Unhas siap bekerja di industri berskala global. Dukungan universitas terhadap pengembangan pendidikan vokasi menjadi energi besar bagi kami untuk terus berkembang,” jelas Prof Restu.
Prof Restu menambahkan, penguatan jejaring global menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi agar semakin kompetitif dan adaptif terhadap perkembangan industri dunia.
Kehadiran kolaborasi lintas negara juga diyakini mampu mempercepat transfer teknologi dan pengetahuan kepada mahasiswa vokasi.
Melalui implementasi program tersebut, Indonesia dan Tiongkok juga merencanakan pengembangan pusat-pusat pelatihan berbasis AI dan cross-border e-commerce di berbagai wilayah Indonesia.
Program ini turut didukung investasi peralatan pembelajaran berupa komputer dan layar digital untuk mendukung ruang pelatihan e-commerce berbasis industri.
Kegiatan implementasi “1 + 10 + 100 + 1,000 + 10,000 Project” berlangsung di Novotel Jakarta Pulo Mas, Selasa (19/5), dan dirangkaikan dengan agenda “China–Indonesia AI + Cross-Border E-Commerce Localization Training and Industry Exchange Program in Indonesia”.





