
“Fokus pertama kami adalah memperkuat konsolidasi organisasi sampai ke tingkat kecamatan. Organisasi tidak akan berjalan maksimal tanpa struktur yang solid dan aktif hingga ke tingkat bawah,” kata Haris.
Selain konsolidasi, ia juga menempatkan pendidikan dan pengkaderan sebagai prioritas utama. Haris menilai Kosgoro 1957 harus mampu melahirkan kader-kader berkualitas yang nantinya dapat menjadi sumber kader bagi Partai Golkar dalam menghadapi berbagai agenda politik ke depan.
Menurutnya, melalui program pendidikan kader yang terstruktur, Kosgoro dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia organisasi sekaligus mempersiapkan kader yang memiliki kapasitas untuk berkompetisi dalam kontestasi politik, baik pemilihan legislatif maupun pemilihan kepala daerah.
“Kosgoro harus menjadi sumber kader yang berkualitas. Karena itu pendidikan dan pengkaderan harus diperkuat agar kader-kader yang lahir memiliki kemampuan, integritas, dan daya saing yang baik,” ujarnya.
Haris juga mengungkapkan masih terdapat enam kepengurusan tingkat kabupaten yang belum definitif dan saat ini masih dipimpin oleh pelaksana tugas (Plt). Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah daerah belum memiliki hak suara dalam Musda.





