
Sementara di Pulau Barrang Lompo, peserta mendapatkan materi mengenai pengelolaan sampah berbasis sumber yang diharapkan mampu memperkuat peran masyarakat dalam mendukung kebijakan baru pengelolaan sampah di Kota Makassar. Edukasi tersebut juga menekankan pentingnya kolaborasi antara masyarakat, pengawas, dan satgas kebersihan dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Di Pulau Kodingareng, masyarakat diajak memahami teknik pemilahan sampah organik, anorganik, dan residu sebelum memasuki proses pengelolaan lebih lanjut. Langkah sederhana tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengolahan sampah sekaligus mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA.
Adapun di Pulau Barrang Caddi, sosialisasi difokuskan pada penguatan kolaborasi masyarakat dalam mendukung kebijakan pengelolaan sampah. Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya menghentikan praktik pembuangan sampah secara terbuka serta membangun kebiasaan memilah sampah dari sumber sebagai bagian dari tanggung jawab bersama menjaga lingkungan pulau.
DLH Kota Makassar menegaskan bahwa pengelolaan sampah tidak lagi hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat. Edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan mampu membentuk budaya baru dalam pengelolaan sampah, mulai dari rumah tangga hingga tingkat komunitas.





