
“Setelah kita belajar memilah sampah, mari kita sama-sama belajar mengolah sampah. Kami bisa, In Syaa Allah, kamu juga pasti bisa. Semua berawal dari kemauan. Di mana ada kemauan, di situ ada jalan. Di mana ada ketidakmauan, di situ banyak alasan,” tuturnya.
Sri Rahmi mengungkapkan, perubahan perilaku masyarakat tidak terjadi dalam waktu singkat. Gerakan tersebut diawali melalui pembinaan anak-anak di Sekolah Mangkasara yang diajak menjaga kebersihan lingkungan sebelum akhirnya melibatkan seluruh warga.
Ia juga memulai perubahan dengan membersihkan drainase yang dipenuhi sampah serta menata lokasi pembuangan sampah yang selama ini menjadi persoalan di lingkungan setempat.
Menurutnya, pengalaman RT 002/RW 001 Kelurahan Rappokalling diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Kota Makassar dalam mendukung kebijakan pengelolaan sampah berbasis sumber sekaligus mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. (*)





