
Ia menilai keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga memerlukan dukungan dan partisipasi aktif masyarakat.
Program pemilahan sampah, kata dia, akan berjalan optimal apabila warga disiplin memilah sampah sejak dari rumah dan membuangnya sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.
“Keberhasilan pengelolaan sampah dan pencegahan pencemaran saluran air ditentukan oleh kesadaran masyarakat serta kedisiplinan dalam memilah sampah dari rumah. Tentu adanya niat dan kepedulian dari warga,” imbuhnya.
Ia juga mengingatkan bahwa sampah yang dibuang ke kanal tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi turut menghambat aliran air dan meningkatkan potensi banjir saat musim hujan.
Karena itu, ia menegaskan informasi yang menyebut tumpukan sampah di kanal sebagai dampak dari program pemilahan sampah tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.
Menurut Aril, kebijakan pemilahan sampah justru bertujuan mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dengan mendorong masyarakat memilah sampah organik, anorganik, dan residu sejak dari rumah.
“Kami berharap masyarakat mendukung kebijakan tersebut dengan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan,” harapnya.





