
Kehadiran kanal digital resmi dan rekam jejak usaha di internet, kata Aliyah, kini telah menjadi kebutuhan untuk membantu produk lokal bersaing, baik di tingkat regional, nasional maupun internasional.
Aliyah juga menjelaskan bahwa konsep “Merdeka Digital” berkaitan dengan kemampuan pelaku UMKM mengelola aset digital secara mandiri. Mulai dari membangun profil merek hingga mengoperasikan website usaha, seluruhnya diharapkan dapat dikuasai sehingga pelaku usaha memiliki kendali lebih besar terhadap perkembangan bisnisnya.
Di sisi lain, pemanfaatan AI dinilai dapat membantu meningkatkan efisiensi operasional UMKM. Teknologi tersebut dapat digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan usaha, seperti membangun identitas visual, membuat konten promosi hingga merancang website.
Namun, Aliyah menegaskan AI bukan untuk menggantikan tenaga kerja manusia. Teknologi tersebut justru diharapkan menjadi alat untuk memperkuat kapasitas, mendorong inovasi, dan meningkatkan daya saing pelaku usaha.
Kolaborasi dalam kegiatan ini juga dinilai mencerminkan sinergi antara akademisi, industri, pemerintah, dan komunitas. Perguruan tinggi berperan dalam menghadirkan pengetahuan dan riset, sektor industri menyediakan solusi teknologi yang dapat diterapkan, sedangkan komunitas membangun ekosistem pendukung bagi pelaku UMKM.





