
“Mindanao di Filipina adalah salah satu contoh yang menarik. Di wilayah ini, Jepang melalui MOFA dan JICA turut berkontribusi dalam proses perdamaian,” ujar Prof. Muto.
Menurutnya, keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan perdamaian membutuhkan pendekatan yang lebih luas, termasuk membangun ketahanan negara dan masyarakat (resilient state and society).
Pengalaman Jepang sendiri turut menjadi sumber pembelajaran. Tragedi Hiroshima pada 1945, misalnya, menjadi bagian dari pengalaman rekonstruksi yang kemudian dibagikan melalui berbagai program pelatihan JICA bagi negara-negara yang membutuhkan pemulihan pascakonflik.
Diskusi juga mengaitkan pengalaman Jepang dengan keterlibatan Indonesia dalam proses perdamaian di Mindanao melalui International Monitoring Team (IMT). Tim tersebut bertugas memantau pelaksanaan gencatan senjata antara Pemerintah Filipina dan Moro Islamic Liberation Front (MILF), dengan Jepang turut menjadi bagian dari forum tersebut.
Peacebuilding dan Tantangan Keamanan
Interaksi antara mahasiswa dan narasumber kemudian berkembang pada isu hubungan Indonesia-Jepang yang kini semakin mencakup bidang keamanan dan pertahanan.





