
“Tujuan utama dari Salat Istisqa adalah memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan di wilayah yang mengalami kemarau panjang, termasuk Makassar, kekeringan atau krisis air bersih,” kata Syarief.
Ia menegaskan, pelaksanaan Salat Istisqa bukan berarti pemerintah menghentikan upaya penanganan krisis air. Langkah teknis tetap berjalan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi.
Sebelumnya, Pemkot Makassar telah mendistribusikan air bersih menggunakan mobil tangki ke sekitar 50 titik yang terdampak kekeringan.
Menurut Syarief, doa juga menjadi bagian dari ikhtiar masyarakat dalam menghadapi kondisi tersebut.
“Melangitkan doa itu penting, untuk mengingatkan masyarakat Kota Makassar lainnya agar senantiasa mengharap pengampunan dari Allah SWT sehingga keberkahan turun di Makassar,” ujarnya.
Ia menyebut Salat Istisqa dapat kembali dilaksanakan apabila kondisi kekeringan masih berlanjut.
“Saya kira tidak jadi masalah diulang terus, namanya kita berusaha. Pastinya kita akan mengikuti jika ada rangkaian kegiatan Salat Istisqa lainnya,” tuturnya.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemkot Makassar menggabungkan penanganan jangka pendek berupa distribusi air bersih dengan penyediaan infrastruktur air untuk jangka panjang. Di sisi lain, pemerintah juga mengajak masyarakat memperkuat ikhtiar spiritual agar hujan segera turun dan kondisi kekeringan dapat teratasi.(*)





