
SOLUSIMEDIA.ID, SERANG — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong generasi muda semakin bijak mengelola keuangan di tengah mudahnya akses terhadap layanan finansial digital. Pesan tersebut disampaikan dalam program Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (LIKE IT) Series #6 2026 di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Selasa (8/9/2026).
Mengusung tema “Money Moves: Invest Today, Build Your Future”, kegiatan ini diikuti sekitar 1.000 mahasiswa secara langsung dan 2.473 peserta melalui daring. LIKE IT menjadi ruang edukasi bagi mahasiswa untuk memahami pengelolaan keuangan, investasi, layanan keuangan digital, hingga pentingnya mengenali risiko.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, mengatakan generasi muda perlu memiliki kemampuan finansial yang sejalan dengan tingginya akses terhadap produk keuangan.
Ia mengingatkan agar keputusan finansial tidak dilakukan sekadar mengikuti tren atau keinginan sesaat. Menurutnya, masyarakat perlu menerapkan tiga hal utama, yakni mengelola, melindungi, dan menumbuhkan keuangan.
“Ada beberapa kata kunci yang dapat dilakukan. Pertama, kelola. Kedua, lindungi. Ketiga, tumbuhkan. Kelola uang kita sebelum uang mengendalikan pilihan kita. Lindungi apa yang sudah kita miliki dengan selalu ingat legal dan logis, serta tumbuhkan semuanya dengan tujuan yang jelas,” kata Dicky.
Ia juga mengingatkan generasi muda agar tidak terjebak Fear of Missing Out (FOMO) dan Fear of Other People’s Opinions (FOPO) dalam mengambil keputusan keuangan.
Gubernur Banten Andra Soni menilai literasi keuangan penting agar generasi muda tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu mengelola penghasilan, membangun usaha, berinvestasi, dan melindungi diri dari kejahatan keuangan.
“Pemerintah Provinsi Banten berharap sinergi OJK Provinsi Banten melalui berbagai program literasi keuangan dapat membangun generasi muda Banten yang bukan hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga siap mengelola penghasilan, membangun usaha, berinvestasi, menjaga dirinya dari kejahatan keuangan, dan akhirnya menjadi kekuatan ekonomi baru bagi Banten,” ujar Andra Soni.
Sementara itu, Anggota Komisi XI DPR RI Annisa M. A. Mahesa meminta anak muda tidak mengambil keputusan investasi secara impulsif. Ia mendorong generasi muda memiliki dana darurat, menghindari utang konsumtif, menggunakan uang dingin untuk investasi, serta memastikan informasi yang digunakan berasal dari sumber yang terpercaya.
“Gen Z, kita-kita ini semua, teman-teman, adalah generasi yang sangat rentan terhadap masalah-masalah di keuangan. Contoh FOMO, kita ini sangat rentan terhadap pengambilan keputusan investasi yang impulsif karena mau ikut-ikutan,” kata Annisa.
OJK juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai berbagai modus kejahatan keuangan digital, seperti phishing, tautan palsu, akun media sosial palsu, investasi ilegal, hingga pinjaman online ilegal.
Berdasarkan SNLIK 2026, indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia tercatat 69,57 persen, sementara inklusi keuangan mencapai 93,61 persen. Khusus kelompok pelajar dan mahasiswa, indeks literasinya berada di angka 62,72 persen, sedangkan inklusinya mencapai 92,76 persen.
LIKE IT merupakan program edukasi yang telah dijalankan sejak 2021 melalui kolaborasi Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, OJK, dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Kegiatan di Banten melibatkan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi, di antaranya UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Untirta, Universitas Banten Jaya, Universitas Bina Bangsa, Universitas Serang Raya, dan Universitas Pamulang Serang.
Melalui LIKE IT, OJK berharap generasi muda tidak hanya memiliki akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga mampu menggunakannya secara aman, bijak, dan sesuai kebutuhan untuk membangun masa depan finansial yang lebih baik. (*)





