
Menurut Kurniati, pencapaian target tersebut membutuhkan dukungan dan keterlibatan berbagai pihak. Sinergi lintas sektor diperlukan untuk memastikan program pendidikan berjalan efektif serta mampu merespons perkembangan kebutuhan peserta didik dan masyarakat.
Selain pelaksanaan program, dukungan anggaran bagi sektor pendidikan juga menjadi salah satu aspek yang dibahas. Ketersediaan anggaran yang memadai dinilai penting untuk mendukung realisasi berbagai program strategis yang telah direncanakan Dinas Pendidikan Kota Makassar.
Sementara itu, Tenaga Ahli Pemerintah Kota Makassar sekaligus konsultan, Hasanuddin Leo, SE., M.Si., Ak., membahas kerja sama dengan sekolah menengah pertama (SMP) swasta untuk mendukung pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026.
Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperluas akses pendidikan bagi calon peserta didik yang belum tertampung di SMP negeri. Pelibatan sekolah swasta diharapkan dapat menambah pilihan dan daya tampung sehingga kebutuhan masyarakat terhadap layanan pendidikan dapat terakomodasi dengan lebih baik.
Kegiatan yang dimoderatori St. Nurhayati, SE, ini juga menjadi ruang diskusi antara unsur legislatif, pemerintah daerah, dan tenaga ahli untuk membahas berbagai tantangan serta kebutuhan dalam penyelenggaraan pendidikan di Makassar.





