
Penerapan ekonomi sirkular juga terlihat di kandang ayam Alope, unggas lokal khas Sulawesi Selatan yang menjadi bagian dari ekosistem pengolahan tersebut. Biomassa maggot berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber protein pakan, sementara hasil pengolahan bahan organik dapat mendukung produksi pupuk. Dengan pola ini, hasil dari satu tahapan dapat dimanfaatkan kembali untuk menunjang tahapan lainnya.
Selain fasilitas maggot dan peternakan, delegasi meninjau rumah cacing yang digunakan untuk proses vermikomposting. Melalui aktivitas cacing dalam menguraikan bahan organik, proses tersebut menghasilkan kasgot atau bekas media budidaya cacing yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pembenah tanah dan pupuk organik.
Rombongan juga mengunjungi rumah lalat BSF untuk melihat proses budidaya serangga pengurai. Seluruh fasilitas tersebut dirancang sebagai satu kesatuan sistem yang menghubungkan pengurangan sampah, pemanfaatan kembali sumber daya, dan pengembangan kegiatan produktif.
Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor-Leste, Dominic Jermey, mengapresiasi kesempatan untuk melihat secara langsung inovasi yang dikembangkan Unhas dalam pengelolaan sampah dan penanganan perubahan iklim. Ia menilai kolaborasi Indonesia dan Inggris dapat mendorong pengembangan solusi iklim melalui riset dan pemanfaatan teknologi yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian.





