
Wali kota yang akrab disapa Appi itu meminta seluruh wilayah meningkatkan kewaspadaan, termasuk kawasan yang selama ini relatif aman. Camat dan lurah di daerah rawan konflik maupun wilayah yang berbatasan dengan lokasi tawuran diminta memperketat pengawasan agar bentrokan tidak meluas.
“Jangan menganggap kalau di daerah saya tidak terjadi, sehingga tidak perlu terlalu fokus melihat ini. Semua harus diantisipasi dengan baik, karena kita tidak ingin konflik ini menular ke wilayah lain,” ujarnya.
Sebagai langkah konkret, Pemkot Makassar akan mengintensifkan patroli malam secara rutin dengan melibatkan pemerintah wilayah, Satpol PP, serta unsur TNI dan Polri. Pengaktifan kembali pos ronda juga menjadi bagian dari upaya memperkuat keamanan lingkungan dan mendeteksi gangguan kamtibmas sejak dini.
Menurut Munafri, pos ronda tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengawasan, tetapi juga dapat menjadi ruang interaksi warga untuk memperkuat komunikasi dan kepedulian terhadap kondisi lingkungan sekitar.
Ia juga membuka peluang penambahan kamera pengawas atau closed-circuit television (CCTV) di sejumlah titik yang dinilai rawan tawuran. Camat diminta segera melaporkan wilayah yang membutuhkan fasilitas tersebut agar dapat ditindaklanjuti sesuai kebutuhan dan prioritas.





