
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mengandalkan dua inovasi unggulan dalam penilaian Innovative Government Award (IGA) 2026 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI secara daring, Selasa (3/11/2026).
Dua inovasi tersebut dipaparkan langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dari Balai Kota Makassar. Keduanya mencakup inovasi berbasis digital melalui Lontara+ (Layanan Online Terintegrasi Warga Makassar) dan inovasi non-digital di bidang mitigasi bencana, yakni SALAMA (Sahabat Anak Lewat Afirmasi tentang Aman Bencana).
Dalam presentasinya, Munafri menjelaskan bahwa Lontara+ merupakan platform layanan digital terpadu yang dikembangkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar sejak 2025.
Aplikasi tersebut dibangun untuk mengatasi fragmentasi layanan publik yang sebelumnya tersebar di lebih dari 300 aplikasi berbeda. Melalui Lontara+, berbagai layanan pemerintahan diintegrasikan dalam satu platform guna memudahkan masyarakat sekaligus meningkatkan efektivitas tata kelola pemerintahan.
Hingga saat ini, Lontara+ telah memiliki lebih dari 76 ribu pengguna aktif dengan total aktivasi mencapai 3,9 juta kali. Platform tersebut juga dimanfaatkan untuk mengintegrasikan data antarorganisasi perangkat daerah (OPD), menyederhanakan akses pelayanan, serta mempercepat penanganan pengaduan masyarakat.





