MakassarNews

Melinda Hadiri Peluncuran Aksi Stop Stunting 2026, 3.060 Kader PKK Diterjunkan Dampingi Keluarga

Ia menegaskan, pencegahan stunting perlu dimulai dari lingkungan keluarga dengan dukungan edukasi dan pendampingan yang berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan, Naoemi Octarina, menjelaskan bahwa Aksi Stop Stunting 2026 merupakan kelanjutan dari program yang telah dijalankan sejak 2025.

Ia mengingatkan bahwa stunting tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga dapat memengaruhi perkembangan otak, kemampuan belajar, hingga produktivitas ketika dewasa.

Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Sulawesi Selatan mengalami penurunan dari 27,4 persen pada 2023 menjadi 23,3 persen pada 2024. Penurunan sebesar 4,1 poin persentase tersebut mengantarkan Sulawesi Selatan meraih predikat sebagai salah satu dari tiga provinsi terbaik dalam percepatan penurunan stunting tingkat nasional pada 2025.

BACA JUGA  Wali Kota Makassar Apresiasi Kalla Youth Fest Jadi Ruang Kreatif dan Sehat untuk Anak Muda

Dukungan pemerintah pusat turut disampaikan Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus, yang hadir secara virtual. Ia menekankan pentingnya intervensi gizi sejak sebelum kehamilan, selama masa kehamilan, hingga periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Lihat Semua

Previous page 1 2 3Next page

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button